W E L C O M E
Chrome Pointer

Minggu, 11 Januari 2015

Contoh Penyampaian Hasil Tes Intelegensi

Konselor          : Angga Nurlitasari (1301413973)
Klien               : Dwi Riskiyani (1301413065)
Setting             : Ruang BK
Verbatim
Klien          : Assalamualaikum,
Konselor     : Waalaikum salam, eh nak Dwi, mari silakan duduk.
Klien          : Iya Bu, terimakasih, maaf Ibu Angga, benar Ibu memanggil saya?
Konselor     : Benar nak Dwi,
Klien          : Ohh begitu Bu, kalau boleh tahu kenapa ya Bu Ibu memanggil saya?
Konselor     : Ibu memanggil kamu untuk membicarakan hasil psikotes yang kamu kerjakan sebulan yang lalu, kamu ingat tidak?
Klien          : Iya Bu saya ingat, kebetulan Bu, saya ingn sekali mengetahui hasil psikotes saya bu.
Konselor     : Wah tampaknya kamu bersemangat sekali ya, Ibu jadi ikutan bersemangat ini. Sekarang coba lihat hasil psikotes kamu, namanya Dwi Riskiyani, kelas X.2 benar kan?
Klien          : Iya benar Bu.
Konselor     : Setelah benar melihat identitasmu, coba lihat pada bagian tes Intelegensi SPM, disitu tertulis rentang IQ 120-133, artinya intelegensi umum kamu diklasifikasikan superior
Klien          : Ohh begitu, saya paham bu
Konselor     : Lalu coba kamu lihat pada tes bakat diferensial, lihat satu persatu jumalh persentil point dari verbal sampai kecepatan dan ketelitian klerikal, bagaimana pendapatmu?
Klien          : Saya lihat, kemampuan verbal, numerikan serta skolastik saya yang paling tinggi bu dan nilainya sama, sedangkan kemampuan numeric saya yang paling rendah bu, apa artinya ya bu?
Konselor     : Oke… sebelumnya perlu diketahui, kalau persenti poinnya (PP) itu diantara 1-49 berarti rendah, sedangkan 50-74 berarti sedang, nah kalau PPnya lebih besar sama dengan 75 berarti tiggi. Nah kalau kemampuan verbal, numeric serta skolastik kamu PPnya 75 berarti kamu berbakat pada ketiga bidang itu.
Klien          : Ohh begitu ya bu
Konselor     : Iya seperti itu, kemudian sekarang mari kita lihat tentang minat jabatan, bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?
Klien          : yang saya pahami saya minat saya yang tertinggi pada bidang seni bu, apa maksudnya ya bu?
Konselor     : Iya benar sekali, kamu mempunyai keinginan besar untuk bekerja di bidang seni, dan kamu lihat disini bidang mekanik dan sainsmu rendah, hal ini berarti kamu tidak menyukai hal-hal yang berkaitan dengan mekanik dan juga sains. Bagaimana menurutmu?
Klien          : Iya bu, itu yang selama ini saya rasakan
Konselor     : Setelah mengetahui semua hal itu, apakah ada yang ingin kamu tanyakan?
Klien          : Iya Bu ada, kan tadi saya udah tahu tentang bakat dan minat saya yang tertinggi sampai yang terendah, lalu apa aplikasi konkret buat saya Bu?
Konselor     : Bagus sekali pertanyaanmu, jadi begini dengan melihat seberapa besar bakat dan tingkat minatmu, kamu nantinya bisa mempertimbangkan lebih matang potensi bakat dan minat yang dapat kamu aplikasikan untuk memilih penjurusan atau karir kamu yang sesuai.
Klien          : Ohh begitu ya pak
Konselor     : Coba dilihat lagi bakat kamu yang tertinggi pada verbal, numerical, skolastik lalu disusul dengan relasi ruang, nah kalau kamu bisa meningkatkan minatmu pada bidang relasi ruang kamu dapat direkomendasikan pada jurusan IPA dan bekerja pada bidang Komputatif, namun semua pilihan juga kembali kepada dirimu sendiri. Semua pertimbangan dan keputusannya ada didirimu.
Konseli       : Ohh iya Bu, terimakasih atas masukan dan penjelasan mengenai hasil psikotes saya.
Konselor     : Iya sama-sama nak Dwi, ini sudah menjadi tanggung jawab Ibu sebagai seorang konselor di sekolah ini
Klien          : Iya bu, Ibu saya pamit dulu ya, saya ada pelajaran sehabis ini, nanti saya akan tanya lagi dengan ibu kalau ada yang masih ingin saya ketahui
Konselor     : Dengan senang hati Ibu akan menerimamu
Klien          : Baik Bu, Selamat Pagi
Konselor     : Selamat pagi


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes